Ini Rahasia Cara Memiliki Dana Darurat.

dana darurat

Hal pertama tentang dana darurat dan yang sangat penting yaitu : Semua orang bisa memiliki Dana Darurat.

Tidak perduli berapa penghasilan Anda, sedikit ataupun banyak, tidak penting berapa hutang atau cicilan Anda dan berapa banyak pengeluaran Anda per bulan. ANDA BISA punya Dana Darurat.

Sisihkan minimal 2,5% dari penghasilan Anda setiap bulan. 2,5% ini angka yang sangat kecil. Jika penghasilan Anda Rp2jt, maka Anda perlu sisihkan Rp50.000,- per bulan atau Rp 1.667,- per hari. Jika penghasilan Anda Rp20jt per bulan , maka perlu disisihkan Rp500ribu per bulan.

Tentunya semakin besar persentase yang Anda sisihkan akan semakin baik. Perencana Keuangan menyarankan Anda menyisihkan 10-20% per bulan dari penghasilan Anda untuk ditabung sebagai dana darurat. Anda perlu memiliki memiliki Dana Darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan Anda. Jika pengeluaran per bulan 2jt, maka perlu punya Dana Darurat minimal Rp6jt.

Hal yang besar dimulai dari hal yang kecil, Dana Darurat sebanyak 3x pengeluaran bulanan hanya bisa dimiliki dengan menyisihkan angka yang kecil. Menyisihkan 2,5% dari penghasilan adalah sangat bisa dan masuk akal.

Apa Manfaatnya Dana Darurat ?

Saat ini ditulis, beberapa sektor pekerja tidak lagi mendapatkan penghasilan atau penghasilan sangat berkurang karena dibatasinya aktivitas karena wabah Covid-19. Sementara itu pengeluaran bulanan tidak bisa berkurang, biaya listrik, telp, biaya sekolah, makan, tempat tinggal, cicilan kendaraan, dsb. Di saat seperti inilah kita bisa menggunakan dana darurat.

Mau Punya Dana Darurat ? Anda bisa, kuncinya DISIPLIN, DISIPLIN sisihkan minimal 2,5% dari penghasilan Anda.

Di mana harus membeli Asuransi ?

Sebagaimana suatu produk, maka Asuransi pun mempunyai beberapa jalur distribusi sebelum ke enduser (nasabah), a.l yaitu :

  • Bancassurance : Bekerjasama melalui bank atau kartu kredit
  • Telemarketing  : Via Telephone oleh Sales, biasanya produk yang ditawarkan cukup sederhana seperti asuransi kecelakaan, dan hospital cash plan
  • Direct Marketing : Ini yang paling umum, yaitu melalui agen asuransi atau mereka sering dikenal dengan Financial Consultant atau Financial Planner , atau lebih tepat nya Financial Advisor.

Dari ketiga jalur distribusi tersebut masing-masing memiliki ciri tersendiri dan keunggulan tersendiri. Kita sebagai nasabah atau calon nasabah harus pintar-pintar sebelum memutuskan membeli. Karena tentunya sang agen penjual baik itu melalui bancassurance, telemarketing atau direct marketing pasti menjual kelebihan Asuransi yang mereka tawarkan. Dalam hal ini Anda tidak bisa membandingkan antara beberapa perusahaan Asuransi.

Untungnya di Indonesia saat ini sudah mulai bermunculan Financial Planner atau Perencana Keuangan yang bersertifikasi dan bersifat independen. Mencari Asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda melalui Independen Financial Planner adalah keputusan yang sangat tepat karena Financial Planner tidak mengejar target atau diharuskan menjual produk tertentu, bahkan Financial Planner mengerti lebih banyak produk Asuransi sehingga dapat memberikan masukan yang sangat baik untuk membantu Anda mengambil keputusan.

Contoh Sederhana :

Bila Anda sedang mencari makan siang dan belum tahu mau makan apa, mana yang lebih nyaman , datang ke Food Court    ( yang banyak pilihannya ) atau hanya ke satu rumah makan ( dimana pilihannya terbatas ) ?

Ingat :  Menjual (atau Penjual) selalu fokus pada satu produk/merk, Pembeli harus banyak melihat (membandingkan)

Beli Unitlink Jika Anda…

  1. Calon nasabah yang mau mempunyai asuransi tetapi kurang mengerti mengenai investasi
  2. Mereka yang mau one stop shopping, praktis ada asuransi dan investasi dalam satu tempat
  3. Mendisiplinkan diri berinvestasi, karena kalau gak setor asuransi nya bisa lapse atau tidak berlaku lagi. Continue reading

5 Perbedaan Agen Asuransi vs Financial Planner

Apakah agen asuransi Anda seorang Financial Planner ? Atau Financial Planner Anda seorang agen asuransi ?

Ini 5 perbedannya :

  • Seorang agen asuransi menjual produk yang ada kepada Anda, financial planner merencanakan suatu produk yang sesuai untuk Anda
  • Agen asuransi langsung mengeluarkan sejumlah angka premi asuransi, financial planner menghitung lebih dulu angka kebutuhan asuransi Anda
  • Agen asuransi membuat Anda bingung, financial planner memecahkan kebingungan Anda
  • Agen asuransi membuatkan anda proposal asuransi, financial planner bersama Anda membuat proposal masa depan Anda
  • Agen asuransi membuat Anda merasa mengeluarkan uang, financial planner membuat Anda menambah dan memproteksi investasi Anda.

Lalu, apakah profesi seorang agen asuransi buruk ? Sebaliknya , seorang agen asuransi yang mengerti tentang financial planner akan sangat mendukung profesinya sehingga nasabah/calon nasabah akan sangat diuntungkan sesuai dengan kode etik AAJI ataupun seorang financial planner.

Selamat menemukan Financial Planner Anda !